Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.
Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.
Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”
Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.
Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.
Ketiga, Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.
Keempat, Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.
Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.
Kelima, Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).
Keenam, pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.
Ketujuh, Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.
Kesembilan, Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.
Kesepuluh, Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.
Kesebelas, Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.
Keduabelas, Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.
Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.
Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam
Ikhtisar di bawah ini menjelaskan tanggungjawab utama seorang suami berikut contoh-contoh adab atau prilaku apa yang selayaknya dan seharusnya dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya. Setiap point yang disebutkan di sini, didukung oleh Al Quran dan Assunnah dan prilaku para sahabat, tetapi karena terbatasnya kolom yang tersedia, dalil-dalil tersebut tidak dapat kami sebutkan di sini.
Banyak buku yang hanya membahas kewajiban istri terhadap suami. Sementara pada kenyataannya permasalahan rumah tangga bukan hanya disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak suami, tetapi juga dikarenakan banyaknya suami yang belum memenuhi kewajibannya dan menunaikan hak-hak para istrinya. Tulisan ringkas yang diilhami dari ikhtisar yang kami sebutkan di atas ini insyaAllah menjadi penyeimbang, agar para suami pun dapat mengetahui masalah yang penting ini, sehingga rumah tangga yang dibina menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah. Apa sajakah yang harus dilakukan Anda sebagai seorang suami kepada istri Anda agar dia berbahagia?
1. Perjumpaan yang manis
Setelah pulang dari bekerja, kuliah atau perjalanan jauh ataupun kegiatan lainnya yang telah memisahkan kalian, lakukan tips berikut ini: Mulailah dengan salam/sapaan yang baik Dimulai dari "Assalamu'alaikum" sambil menyunggingkan senyum, dan ikhlaskan hati Anda dan berdoalah kepada Allah untuk istri Anda tersayang. Salam dan senyum adalah sunnah, sedang mendoakan istri adalah kewajiban Anda. Jabat tangannya kalau perlu cium juga pipinya dan tunda dulu niat Anda untuk menyampaikan berita yang sekiranya tidak akan mengenakkan hatinya.
2. Ucapkan perkataan yang baik
Dalam bertutur kata dengan istri Anda, pilih kata-kata yang berdampak positif dan hindari yang berakibat negatif. Agar istri Anda mengerti apa yang Anda katakan, ucapkan setiap perkataan dengan jelas dan ulangi kata-kata Anda bila perlu. Berilah perhatian ketika Anda mendengarkan ucapan atau ceritanya. Hal ini akan membuatnya merasa dihargai, sebagaimana Anda juga merasa dihargai, apabila perkataaan Anda didengarkan dengan baik. Panggillah dia dengan panggilan mesra yang disukainya, misalnya "sweet heart, honey, sayang, Sholihah dan panggilan mesra lainnya. Kebiasaan ini akan menambah kemesraan hubungan kalian.
3. Bersahabat dan santai
Jangan terlalu sibuk dengan urusan Anda sendiri, sediakan waktu untuk bercengkrama bersamanya. Sampaikan padanya kabar-kabar yang menyenangkan dan selalu ingatkan dia tentang kenangan indah bersamanya. Dalam hal ini jangan terlalu serius, karena akan membuat kaku suasana. Santailah sedikit, jangan perlakukan istri Anda seperti teman sejawat atau bawahan Anda di tempat kerja.
4. Permainan dan Selingan
Agar kehidupan rumah tangga Anda tidak terlalu monoton, selingi aktifitas Anda berdua dengan senda gurau dan pupuk selera humor Anda. Lakukan permainan dan perlombaan olahraga atau selainnya, ajak dia menonton pertunjukan atau hiburan yang halal dan jauhilah hal-hal yang haram dari pilihan hiburan Anda.
5. Membantunya dalam tugas kerumahtanggaan
Lakukan apa saja yang Anda bisa atau Anda sukai guna menolongnya melakukan tugas rumah tangga, terutama kalau dia sakit atau lelah. Hal yang juga penting adalah membuatnya merasa dihargai, karena Anda tak pernah lupa memberi penghargaan atas kerja kerasnya di dalam menyelesaikan tugas rumah tangga.
6. Musyawarah
Biasakan bermusyawarah khususnya dalam memecahkan persoalan keluarga. Buat dia merasa, bahwa pendapatnya adalah amat penting bagi Anda. Oleh karena itu Anda harus mempelajari dan mendengarkan pendapatnya dengan seksama dan Anda harus rela meninggalkan pendapat Anda, serta mengikuti pendapatnya, bila pendapatnya itu benar dan lebih baik. Berterima kasihlah kepadanya karena telah membantu Anda dengan pendapat yang dikemukakannya.
7. Ziarahi sesama Muslim
Pilih kerabat dan orang terdekat yang shalih untuk dikunjungi dengan tujuan membina hubungan baik dengannya. Banyak dampak positif dari mengunjungi kerabat dan orang-orang terdekat yang shalih (jangan sia-siakan waktu dalam kunjungan tersebut, gunakan kesempatan bertemu dengan mereka sebaik-baiknya) Jangan lupa tekankan keharusan mempraktekkan Akhlak Islami di dalam kunjungan Anda. Guna menjaga hubungan Anda berdua, jangan memaksanya mengunjungi seseorang atau keluarga yang membuatnya tidak nyaman dengan kunjungan itu.
8. Apa yang harus dikerjakan sebelum dan ketika melakukan perjalanan jauh
Dalam menjalankan tugas Anda sebagai suami atau sebagai bagian dari kewajiaban profesi Anda di kantor/ di tempat kerja, kadangkala Anda harus melakukan perjalanan jauh, meninggalkan anak dan istri Anda. Sebelum melakukan perjalanan jauh hendaknya Anda memperhatikan hal-hal berikut:
- Ucapkan selamat tinggal yang mesra kepada anggota keluarga yang Anda tinggalkan, terutama istri Anda dan ucapkan nasihat-nasihat yang baik sebelum berangkat.
- Bacalah do'a safar.
- Mintalah istri Anda agar selalu mendoakan Anda ketika Anda tidak bersamanya.
- Tinggalkan untuk istri dan anak Anda uang dan kebutuhan keluarga yang cukup
- Pulang sesegera mungkin
- Bawalah oleh-oleh untuknya dan untuk anak-anak kesayangan Anda.
- Hindari pulang di waktu yang tidak diharapkan (ketika dia sedang nyenyak tidur) atau di waktu tengah malam.
- Bawalah istri Anda serta apabila mungkin.
9. Nafkah dalam bidang keuangan
Sebagai suami hendaknya Anda bijaksana di dalam membelanjakan uang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Anda tidak boleh pelit terhadap istri dengan uang Anda dan juga sebaliknya janganlah boros. Anda akan mendapatkan pahala atas nafkah yang Anda berikan kepada keluarga yang menjadi tanggungan Anda, walaupun hanya sekadar sekerat roti yang diberikan kepada istri hasil dari keringat Anda sendiri (al-hadist). Dalam rangka menjaga perasaan istri Anda, adalah sangat dianjurkan
agar Anda memberinya uang sebelum dia memintanya.
10. Berbau harum dan berdandan
Ikuti sunnah mencukur rambut yang tumbuh di bagian sekitar kemaluan dan ketiak. Selain itu Anda juga diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan terutama bila Anda berduaan dengannya, Jangan sungkan-sungkan mengoleskan parfum ke tubuhnya ketika Anda hanya berduaan dengannya dan ketika dia tidak ingin ke luar rumah.
11. Hubungan seksual
Adalah kewajiban Anda untuk rutin membiasakannya bila Anda tidak berhalangan melakukannya (misalnya sakit dan lain-lain). Jangan lupa memulainya dengan "bismillah" dan ucapkan doa "allahumma janibnassyaithon…". Masukkanlah kemaluan Anda di tempat yang selayaknya (jangan di anus) jangan lupa awali dulu dengan "pemanasan" dan sertakan kata-kata mesra. Lanjutkanlah sampai Anda memuaskan keinginan seksualnya (sampai istri Anda orgasme). Hendaknya Anda melakukannya dengan rileks tanpa beban dan perasaan sekadar menunaikan kewajiban dan sertailah cumbu rayu Anda dengan canda. Kemudian perhatikan hal-hal penting berikut ini: Jangan "mencampurinya" ketika datang bulan, karena perbuatan tersebut haram hukumnya. Lakukan apapun yang Anda bisa, tapi jangan merusak suasana dengan
menyentuh "rasa malunya dan bayangannya tentang keindahan hubungan seks". Misalnya: melepaskan pakaian Anda sendiri dan membiarkannya menonton Anda bugil, tetapi hendaknya Anda berdua saling membukakan pakaian pasangan anda, tentu saja dibarengi canda dan rayuan. Hindari posisi yang membahayakannya, seperti menekan dadanya dan posisi yang bisa menyumbat pernapasannya, terutama kalau Anda mempunyai badan yang berat. Cari waktu yang cocok dan pertimbangkan segala sesuatunya karena kadangkala istri Anda sakit atau tidak fit karena letih.
12. Menjaga "Dapur Keluarga"
Setiap orang punya privasi yang tak boleh dilanggar. Rumah Tangga pun begitu juga, setiap anggotanya punya rahasia yang tidak pantas diketahui oleh orang lain. Oleh sebab itu, jangan sampai Anda mengungkapkan kepada orang lain informasi rahasia rumah tangga Anda, seperti rahasia ranjang, masalah pribadi istri Anda dan privasi lainnya.
13. Bantulah dia di dalam ketaatan kepada Allah
Salah satu tanggung jawab Anda sebagai seorang suami adalah Anda berkewajiban membantu istri di dalam ketaatan kepada Allah. Biasakanlah melakukan hal-hal berikut ini :
- Bangunkan istri Anda di sepertiga malam terakhir dan ajak dia menegakkan shalat Qiyamullail
- Ajari dia apa yang Anda ketahui dari Al Quran dan tafsirnya.
- Ajari dia "Dzikr" (cara untuk mengingat Allah dengan mencontoh Rasulullah) di pagi dan petang.
- Anjurkan istri Anda untuk membelanjakan uangnya di jalan yang diridhoiNya.
- Bawa dia serta ketika mengerjakan haji dan umrah, kalau Anda mampu.
Dalam rangka untuk menjaga sillaturrahim dengan keluarga istri Anda dan persaudaraan Islam dengan kerabat dan teman-temannya lakukan hal-hal berikut ini:
- Ajak dia untuk mengunjungi keluarga dan kerabatnya, terutama orang tuanya.
- Undang mereka untuk mengunjungi istri Anda dan sambutlah dan hidangkan kepada mereka jamuan yang terbaik.
- Beri mereka hadiah di waktu yang spesial, seperti hari Raya dan lain-lain.
- Ulurkan tangan ketika mereka membutuhkan dengan memberikan bantuan baik berupa uang maupun bantuan lainnya.
- Jaga hubungan baik dengan keluarganya setelah Anda ditinggalkan oleh istri Anda apabila dia meninggal dunia mendahului Anda, Dalam hal ini Anda sebagai seorang suami sangat dianjurkan untuk mengikuti sunnah dengan selalu melanjutkan pemberian apapun yang biasa dilakukan oleh mendiang istri kepada siapapun yang biasa diberi ketika hidupnya, terutama dari kalangan teman-temannya dan keluarganya.
14. Pembelajaran Nilai-nilai Islam dan Pemberian Nasihat
Tanggung jawab Anda sebagai suami yang lainnya adalah Anda berkewajiban memberi pelajaran kepada istri Anda di dalam hal-hal yang mencakup Dasar-dasar Islam, Tugas dan kewajibannya sebagai seorang Istri, Membaca dan menulis bahasa Arab, serta Hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan Wanita. Anda juga harus mendorong dan mendukungnya untuk menghadiri majelis ta'lim, serta membelikannya buku-buku dan Majalah Islam, kaset-kaset, CD dan VCD yang memuat ceramah dan pelajaran Islam, guna melengkapi perpustakaan pribadi di rumah Anda. Ikuti terus perkembangannya dengan evaluasi yang rutin dan terus menerus, serta berilah nasihat dan spirit jika istri Anda mulai kendor semangat belajarnya.
15. Cemburu yang proporsional
Cemburu adalah fitrah. Bahkan seorang suami harus cemburu terhadap istrinya, tetapi jangan berlebihan (cemburu buta). Kadang hubungan suami istri jadi kurang enak, karena suami yang tidak punya rasa cemburu ataupun bahkan berlebihan mencemburui istrinya. Maka dari itu patuhi rambu-rambu "cemburu" berikut ini agar rumah tangga Anda langgeng.
- Yakinkan, bahwa dia telah menutupi tubuhnya dengan hijab yang sempurna sebelum meninggalkan rumah. Amat berbahaya apabila Anda sebagai suami tidak cemburu sama sekali manakala istri keluar rumah tapi auratnya terbuka alias tidak tertutup sesuai syariat.
- Batasi pergaulannya, jangan sampai bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahram. Pintu "cemburu buta yang berlebihan" adalah dibukanya kran pergaulan lelaki dan wanita yang bukan mahram, kecuali kalau Anda menganggap wajar bila istri Anda berbicara bebas dengan lelaki asing yang bukan mahramnya.
- Cegahlah perasaan cemburu buta, misalnya dengan menyimak setiap tutur katanya dan jangan sampai salah mengerti apa yang diucapkan sehingga melenceng jauh dari maksud istri Anda sebenarnya. Salah pengertian ini bisa membuat cemburu buta yang akibatnya mengganggu hubungan suami istri.
- Cegahlah istri Anda dari bepergian sendirian ke luar rumah untuk keperluan yang tidak penting.
- Cegahlah istri Anda mengangkat telepon ketika telepon berdering, manakala Anda atau anak laki-laki Anda bersamanya. Ajarilah dia menjawab seperlunya dengan intonasi yang wajar-wajar saja, bila terpaksa harus menjawab telepon dari lelaki yang bukan mahram.
16. Sabar dan Lemah lembut
Masalah rumah tangga adalah sesuatu yang lumrah dalam perkawinan. Yang salah adalah respon yang berlebihan dan membesar-besarkan masalah, hingga kadang ikatan pernikahan menjadi retak. Dalam menghadapi masalah, kadang suaami harus menunjukkan kemarahan kepada istri, misalnya apabila sang istri sudah keluar dari ketaatan dengan menunda-nunda sholat, membangkang, menonton film yangkepada Allah dilarang di Televisi atau bioskop dan lain-lain. Tetapi bila istri Anda menyesali perbuatannya dan menunjukkan i'tikad baiknya, maafkanlah kesalahannya.
Bagaimana cara terbaik untuk mengoreksi kekeliruannya? Ikuti tips berikut ini: Pertama,dengan menasihatinya secara bersendirian (jangan di depan anak-anak Anda atau orang lain, guna menjaga perasaannya) , baik secara tersirat maupun tersurat. Dan lakukanlah upaya ini berulang kali jangan hanya sekali saja. Kedua, bila istri Anda belum jera juga, punggungi dia di tempat tidur (untuk menunjukkan perasaan Anda), Dengan catatan, Anda tak perlu pindah dari ranjang tempat Anda biasa tidur bersama ke ranjang lainnya, atau meninggalkan rumah Anda dan pindah ke rumah lainnya ataupun tidak bicara sama sekali dengan istri Anda. Tidak perlu demikian, cukup dengan membelakanginya di tempat tidur, istri Anda sudah merasa, bahwa dia sedang ditegur.
Solusi terakhir adalah "memukulnya dengan ringan" (hal ini diperbolehkan). Dalam hal ini Anda harus memperhatikan hal berikut ini: Adalah merupakan sunnah untuk menjauhi langkah menghukum istri dengan memukulnya, karena Nabi Muhammad tidak pernah memukul wanita (istri-istrinya) atau budak-budaknya. Anda baru diperbolehkan melakukannya apabila istri Anda sudah keterlaluan dalam ketidak taatannya, misalnya sering menolak berhubungan seksual tanpa alasan yang diperbolehkan, sholat tidak pada waktunya secara terus menerus, meninggalkan rumah tanpa seijin Anda, atau menolak untuk mengatakan apa yang dialaminya ketika dia meninggalkan rumah dan lain-lain.
Langkah di atas tak boleh Anda lakukan, kecuali setelah memunggungi istri Anda di tempat tidur dan setelah membicarakan masalah ini dengannya sebagaimana Al Quran menuntun kita. Anda tak boleh memukul istri Anda sampai melukainya atau memukul bagian badan yang sensistif, seperti wajah atau kepala.
17. Maafkan dia dan cela perbuatannya yang buruk dengan wajar
Jangan menjadi pendendam, setiap insan bisa berbuat salah, maafkan istri Anda bila ia melakukan kesalahan, tapi hukum dia dan celalah perbuatannya yang buruk, agar dia tidak mengulanginya lagi. Ini akan melanggengkan hubungan rumah tangga kalian berdua. Dalam hal ini perhatikanlah kiat-kiat berikut ini:
Lihatlah kesalahannya yang fatal saja, jangan mengungkit-ungkit kesalahannya yang kecil. Maafkan kesalahannya, tetapi beritahu dia, bahwa perhitungannnya terutama hal-hal yang menyangkut kesalahannya kepada Allah,terserah Allah seperti menunda sholat dan lain-lain. Ingat-ingatlah perbuatan baik istri Anda, di ketika dia melakukan
kesalahan. Dan camkanlah, bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, oleh karena itu carilah selalu alasan untuk memaafkannya, seperti misalnya, mungkin ia lelah, sedih atau sedang labil karena datang bulan, atau komitmennya kepada Islam sedang dalam pertumbuhan atau alasan-alasan masuk akal lainnya.
Jangan sekali-kali melontarkan celaan, karena masakannya yang kurang enak, sebagaimana Rasulullah tak pernah sekalipun mencela seorangpun dari istri-istri beliau karena masalah ini. Jika menyukai masakan yang dihidangkan sang istri, beliau memakannya dan jika tak berselera, beliau tak menyantapnya dan tak memberikan komentar sama sekali. Sebelum Anda menyatakan bahwa istri Anda tercinta melakukan kesalahan, cobalah pendekatan lain yang tidak langsung yang mungkin akan lebih efektif daripada teguran langsung. Hindari penggunaan sindiran dan kata-kata sarkasme yang mungkin dapat melukai perasaannya.
Bila musyawarah dan diskusi untuk membicarakan kesalahan istri Anda dianggap jadi solusi terbaik, cari waktu yang tepat dan tunggu sampai Anda bisa menjaga privasi dari keberadaan pihak ketiga yang tak berkepentingan. Tunggulah sejenak dan bersabarlah sampai kemarahan Anda mereda. Ini sangat membantu dalam mengontrol ucapan Anda. Karena biasanya orang yang sedang marah, ucapannya jadi tak terkendali. Akhirnya, rinci sudah penjelasan bagaimana cara membahagiakan istri Anda. Pesan kami, jangan cuma mendalami teori yang penting prakteknya
.

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu,
Berikanlah aku sifatMu yang lembut sehingga kecantikanku datang darimu bukan dari luar diriku
Berikan aku tanganMu sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatanMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
Berikanlah aku mulukMu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMu
dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
Berikut ini posting "Question and Answer" dari Yahoo! Answer yang menurut saya topic dan jawabannya cukup menarik ? topic nya bercerita mengenai "hubungan personal dan hambatannya ( kesetiaan, cinta dan pengkhianatan ) dibandingkan dengan waktu dan ketulusan hati".
Pertanyaan (nickname penanya ; "t3rluk4" ) :
Mengenai hubungan personal?
Saya seorang laki laki yang telah menjalin hubungan selama 8 tahun dan sedang menuju ke jenjang pernikahan,dengan seorang wanita yang sangat saya sayangi, namun ada satu hal yang sangat mengganggu di hati saya, yaitu saya tidak dapat sepenuhnya mempercayainya sebagai seorang kekasih, sedangkan saya percaya inti dari hubungan yang baik adalah kesetiaan, kejujuran, dan saling menyayangi, hal ini terjadi karena dia berulang kali merusak kepercayaan saya padanya (hadirnya orang ketiga), sebenarnya ini telah terjadi di awal hubungan kami, saat saya mengetahui hal tersebut ia akan menyangkalnya, kemudian meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulang semua, dan dia pun mengatakan bahwa dia sangat mencintai saya dan ingin menjadi istri saya, selanjutnya dia meminta agar hubungan kami tidak berakhir hal ini berulang beberapa kali (terakhir 2 bulan yang lalu).
Saya pun berulang kali menjadi kecewa dan berharap semua baik baik saja serta mengulang lagi semuanya dari awal, kini perasaan itu semakin menghantui saya, mengingat waktu pernikahan dekat dalam hitungan bulan.
Menurut anda sekalian, bagaimana saya harus bersikap atau tolong beri pencerahan menghadapi semua ini, apakah yang harus saya lakukan, apakah memang semua ini harus saya telan pahit pahit ?, atau harus saya akhiri saja ? atau ada petunjuk lain buat saya ?
Mohon beri petunjuk sejelas jelasnya, terima kasih.
Jawaban (respon) :
Rifie :
Sebaiknya anda pikirkanlah matang2...
Apakah anda yakin akan melakukan pernikahan ini...
Klo anda masih ragu lebih baik ditunda dlu sampai anda benar2 yakin..
Jgn sampai ada penyesalan di belakang....
Pasti lebih sakit khan?
Putra by Putra :
Saya juga menyarankan sebelum mengambil keputusan untuk menikahi pacar anda tersebut sebaiknya dipikir lagi yang matang, mumpung anda belum terlambat, karena menurut cerita anda pacar anda sudah ber kali2 menghianati anda, itu merupakan tanda2 bahwa pacar anda tersebut tidak menciantai anda sepenuh hati, dan saya yakin kalau pacar anda tersebut masih tidak segan2 akan menghianati anda lagi walaupun sudah jadi istri karena dia menganggap paling2 anda akan memaafkanny lagi. Kalau dia sudah menjadi istri anda kemudian dia menghianati anda itu akan membuat anda lebih kecewa lagi.
Jadi sebagaimana saran saya diatas, terhdap pacar anda tersebut anda masih perlu mengamati lagi kesetiaannya terhadap anda.
lesa....sanny by lesa....... :
berkali" baru berkali" dan dia mengakuinya dan berjanji tidak mengulanginya..PERCAYALAH!!
apakah anda pernah bersalah pada seseorang dan meminta maaf berkali" dan dimaafkan dan anda tahu itu salah dan anda berjanji tidak mengulanginya dan itu berhasil? ANDA BERUBAH, kenapa DIA TIDAK BISA BERUBAH?
pelajari apa yang buat dirinya selingkuh, pernahkah anda selingkuh dalam hati dan dia tidakk tahu? sama" introspeksi diri saja yah..
kalian berhak pnya babak baru dalam pernikahan..
layakkan dia sebagai pribadi berbeda saat ini dan jangan liat masa lalunya..toh dia tetap berpihak pada anda...(anda sendiri suka masalalu yang buruk milik anda diungkit lagI? TIDAKKAN KARENA ANADA YAKIN ANDA BISA BERUBAH KARENA JANJI PADA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN YANG DIJANJIKAN)
bersyukurlah, berdoalah dan berbahagia
firstquality72 by firstqua... :
Anda mencintai dia tetapi tidak dapat mempercayai dia...bah seperti apa pula ini? Kalo gua sih break up and move on....maaf, cewek bukan hanya seorang aja di dunia ini.
Ronny W by Ronny W :
hubungan dimulai dari rasa percaya pada masing masing person, coba kita berikan sekali lagi kepercayaan itu, kalau memeng bisa menjaganya maka dpat kita lanjutkan , pada prinsipnya dapat diambil dari sikap ;
1. Bersahabat.
2. Saling mengisi dan memberi solving problem
3. jadi teman bicara yang enjoi
baru hubungan ini dapat dikatakan baik
bupel by bupel :
Kunci dr kepercayaan adalah kalau kamu sudah menikahi pacarmu dan berjanji didepan para tetua hukum,adat ,dan sebagainya,pacarmu itu kalau belum ada ring melingkar dijari tangan ya belum resmi jadi istrimu tetapi kalau sudah ada kata sepakat hidup berumah tangga semua akan mapan dengan sendirinya
Langsung dikawin saja janagan dipacari terus ok sukses untk anda
Percaya saj sdh cukup!
Boelan by Boelan :
Saya ikut prihatin dengan kondisi anda sekarang.
Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Tapi jika apabila org tsb melakukan kesalahan yg sama berulang kali, masihkah anda tetap bisa memaafkannya ?
Sepertinya selingkuh sudah menjadi sifat calon istri anda. Karena sudah menjalani hubungan selama 8 tahun pun, calon anda tidak ada perubahan. Dia akan tetap mempermainkan perasaan anda baik sebelum maupun sesudah menikah nanti !!
Saya heran, bagaimana bisa anda seorang laki-laki bisa selemah ini.
Lihatlah kedepan, pandang masa depan anda yg masih panjang.
Maukah anda terus-terusan dikibulin dan dipermainkan oleh pasangan anda ?? Sudah saatnya anda bangkit dari keterpurukan.
Masih banyak perempuan baik2 diluar sana. Jangan hanya berpatokan sudah pacaran selama 8 tahun, bisa membangun mahligai rumah tangga yg indah dengan pasangan anda yg suka selingkuh ???
Wake up, man ....
Master Chan by Master Chan :
Ya karena hubungan yang kalian jalani selama 8 tahun tadi ada bumbu nafsunya. Kalian kurang jujur satu sama lain. Datangnya ketidakpercayaan bisa jadi karena terlalu seringnya kontak (fisik). Maaf jika jawabanku terlalu ekstrim. Kalo ini salah, apa yang kalian lakukan selama 8 tahun? Apakah pacaran butuh selama itu? Hati-hati lho, terlalu lama menunda atau banyak pertimbangan bisa mengikis rasa cinta atau kepercayaan yang sudah lama terbina. Kalo begitu sayang, kalian berdua manusia paling bertele-tele dan banyak buang waktu percuma. Kalian sulit untuk maju.
Habib M by Habib M :
faktor hadirnya orang ketiga seharusnya segera dilakukan klarifikasi dulu dengan kekasih anda, apakah ia bisa menghentikannya dan bisa membuktikan jika kekasih anda tsb benar2 sdh tdk lagi berhubungan dgn pacarnya? sekalian apa buktinya bila ia benar2 mencintai anda? klo sdh 8 thn membina hubungan dan ia msh juga selingkuh...berarti ada sesuatu yang kurang harmonis dlm hubungan anda dengan nya,coba juga lkk komunikasi dgn baik dan terbuka, sebenarnya apa sih yang ia kehendaki dan inginkan? sangat disayangkan pabila sdh ikrar dalam ikatan pernikahan ternyata kelakuan itu terulang lagi dan terulang lagi...makanya pastikan perbuatan pacar anda itu apa benar ia mencintai anda 100% atau hanya di bibir saja? bila pd komunikasi nanti jawaban yang anda dapatkan dr pacar tsb kurang meyakinkan anda, lbh baik tinggalkan aja dr pd nanti lebih malu.
Ginna by Ginna :
Hi There
coba anda pikir dulu baik buruk nya menikahi dia(ce anda)
Tp dr uraian anda diatas kayaknya banyak minus nya.
mmg benar kalo perkawinan ato RT itu hrs dilandasi dg kepercayaan
dan kejujuran k2 belah pihak.
sy tau anda syg dia sampe bela2in mau maafin pengkhianata dia
dan sy jg tau anda akan merasa sakit kalo putus dg nya,tapi mnrt sy
bukankah lebih baik sakit sekarang dan cuma sekali darripa sakit
nanti dan mungkin juga berkali kali????
tp sekali lagi ,keputusan ada di tgn anda .
PS.Cinta dan Rasio harus seiring dan sejalan baru anda bisa bahagia dan damai.prinsip saya
Viatine by Viatine :
sebaiknya anda pikir2 dulu
karena setelah menikah
akan jadi lebih repot
DELLA ANNA the Campanulla :
Hi,
ada yang jelas dalam hubungan kalian yakni '' CINTA ''.
masa 8 tahun telah kalian jalankan dengan up and downnya hubungan.
tetapi kalian sampai saat ini masih terus bersama.
meskipun berapakali kekasih anda membuat hubungan menjadi rawan, tetap saja anda memaafkannya.
dan kalian kembali lagi dengan saling menyayangi satu sama lain.
benar apa yg anda tulis diatas, bahwa cinta yg sejati itu cinta yang;
- saling menghormarti,
- saling memaafkan, apapun sakitnya, lihat saja bukti diatas dimana kekasih anda berselingkuh beberapakali tetapi anda tetap memaafkannya.
- saling percaya, kalian saling percaya bahwa kalian tidak mau saling berpisah apapun badai yang menimpa kalian ( dalam hal ini pihak ke 3 ).
- malah kalian sudah merencanakan akan menikah.
menikah bukan harus karena kalian sudah menjalani hubungan 8 tahun - bukan !
menikah adalah kesepakatan dua anak manusia lain jenis yg saling mencinta untuk membangun rumah tangga dengan tanggung jawab didalamnya, juga meneruskan cita-cita untuk mendapatkan generasi penerus.
bila anda berpikir dan merasa apa yang terjadi selama hubungan anda sangat menyiksa bathin anda dan mengurangi rasa kepercayaan anda pada kekasih anda, lebih baik acara pernikahan diberikan waktu lagi atau ditunda sejenak.
lihatlah beberapa waktu lagi, apakah hal ini terjadi kembali. tentunya anda berbicara dengan kekasih anda mengenai point-point diatas.
mengapa @Della mengatakan demikian ?
- oleh karena seorang wanita berselingkuh dengan perasaan / emosi.
ia melakukan penyimpangan ini bukan hanya karena rasa ingin tahu dsb, tetapi dengan perasaannya. ada kemungkinan dia mencintai orang ke 3.berbicaralah hal ini dengan kekasih anda, sebelum kalian definitif melangkahkan kaki kejenjang rumah tangga.lebih baik kalian memecahkan atau mencari solusi sekarang sebelum menikah daripada setelah menikah.
untuk mengakhiri saya kira '' tidak dulu '', tetapi dicoba untuk beberapa saat dengan penundaan jadwal pernikahan.
semuanya untuk sebuah kepastian yang anda ingin lihat dan tahu.
memang sulit untuk menetapkan hati bagi kepercayaan yang sudah hilang. sulit sekali !
semoga hal ini dapat bermanfaat.
thnx
Milly H by Milly H :
Menikah keinginan manusia hanya 1x seumur hidup.
klo kamu ragu dgn calon pasangan seumur hidup kamu untuk apa diteruskan?
org gak akan menilai negatif klo kamu memutuskan u putus sama calon istri kamu.
satu syarat membina hub suami istri supaya rukun yaitu kepercayaan.
nah... klo yg satu itu aja calon istri kamu sdh tidak memenuhi syarat
untuk apa diteruskan....
Chibi Chabi by Chibi Chabi :
ditegasin aja
bicarakan dari hati2 ke hati
sudah mau menikah berarti sudah dewasa,,
kl dewasa ya berani tanggungjawab
jgn sampe menyesal
tegaskan perasaannya padamu!
Saya tak membahas mengenai fakto gender nya tapi sikap dan respon yang diberikan baik oleh penanya maupun penjawab pada topic ini.
Cukup menarik untuk menjadi bahan pembelajaran untuk kita semua, baik yang mungkin sudah / sedang mengalami hal serupa atau yang baru mau melangkah.
Silahkan beri comment untuk menambahkan response dari topic ini. Saya akan coba mengamati dan update ( copy paste ) jawaban yang juga masuk ke topic ini di ID Yahoo! Answer.
*** Menurut saya : Pengkhianatan adalah luka yang tak mudah dimaafkan, dan tak juga mudah hilang perlu waktu dan lebih dari sekedar ucapan maaf untuk menyembuhkannya, meskipun kebesaran hati dapat mengatasi semua luka dan kembali menguatkan langkah untuk mencapai tujuan yang mulia, namun sekuat apakah hati seseorang dapat menahan beban tersebut ? (batasnya berbeda beda pada setiap individu), pada topic diatas ; tidak ada salahnya bila si "t3rluk4" memilih berhenti dan tidak perlu meneruskan semua itu, karena bukan tidak mungkin semua itu terulang lagi, semua ucapan maaf, air mata dan janji untuk memperbaiki kesalahan adalah "SEMU", toh memang sudah terulang "LAGI" ?, mengutip kata kata dari respon "memang sulit untuk menetapkan hati bagi kepercayaan yang sudah hilang. sulit sekali !", jadi apa yang bisa diharapkan dari hubungan semacam itu ? (entahlah / lainhalnya ; bila ternyata kekasih "t3rluk4" dapat memperbaiki semua itu di kemudian hari dan tidak mengulang kembali kesalahan terbodoh yang dilakukannya berkali kali).
Hal hal yang dapat dengan mudah menghancurkan sebuah hubungan (meskipun sudah cukup lama), antara lain adalah :
- Pengkhianatan.
- Ingkar janji.
- Hilangnya rasa percaya.
- Kurangnya komunikasi dari hati ke hati.


Jakarta Time


































