root@localkostan~# route add -net tulisan_ini/24 gw di_jakarta
Alhamdulillah ...
Siang tadi Ibunda tercinta, aku dan wanita calon istriku berkemas untuk bersiap siap pergi, setelah beberapa hari tinggal di Bandung kota yang penuh dengan kenangan dan perjuangan masa kuliah hingga masa masa awal aku mulai bekerja, kedatangannya kali ini selain untuk menjengukku juga untuk membicarakan mengenai rencana pernikahan-ku putra pertamanya, Ibuku akan kembali ke Surabaya, sebuah kota tempat dimana Ayah dan adik-adik tinggal, sebuah kota diantara beberapa kota tempat keluargaku tinggal, sebuah kota dimana aku dibesarkan, aku sendiri hendak kembali ke Jakarta, tempat aku mencari nafkah dan rizki dari NYA sang Maha Pencipta.
Kami memutuskan untuk naik taksi saja, mengingat biaya bila menggunakan angkutan umum tak jauh berbeda dengan menggunakan taksi, belum lagi banyaknya barang yang dibawa ibu, hmm ... cukup menyita ruang dan mungkin mengganggu penumpang yang lain bila menggunakan angkutan umum, ditambah lagi dengan kondisi jalanan kota Bandung yang padat di hari libur.
Sekita 30 menit kemudian taksi yang dipesan sampai di halaman rumah, aku mulai memasukkan barang barang ibu dan barang barang ku ke bagasi taksi, setelah selesai berpamitan kami pun berangkat, taksi pun melaju menyusuri jalan Soekarno-Hatta yang panjang, aku pun mulai berbicara dengan supir taksi Blue Bird yang ramah, Bapak asli dari mana pak ? tanyaku, beliau pun menjawab saya dari Surabaya pak, aku pun menyambut spontan oh sama dong pak Ibu saya ini asli Surabaya hanya saja kalau Bapak saya dari Bugis pak, sedangkan saya lama tinggal di bandung.
Pembicaraan kami pun berlanjut panjang lebar, Bapak tersebut pun bercerita ; saya dulu bekerja si IPTN sebelum bekerja sebagai supir taksi hanya saja karena kondisi perekonomian negara yang goyah pada saat itu, kami pun di PHK. Saya ingat sekali ketika kami dipaksa berhenti bekerja pada saat sedang shift malam, kami di todong senjata laras panjang yang memaksa kami keluar dari kantor, dan itulah hari terakhir kami bekerja di sana, hmm seperti inikah kejamnya kehidupan bisik lirih dalam hatiku.
Saya lulusan S1 di salah satu universitas swasta ternama di Bandung pak, tapi nasib membuat saya terkatung katung jadi supir taksi, padahal dahulu masa bekerja di IPTN adalah sebuah kebanggaan buat saya dan keluarga, dengan penghasilan yang mencukupi dan bidang kerja yang ternama pula, bayangkan saja pak kami desain dan membangun komponen pesawat bahkan untuk pesawat AirBus, Pesangon yang kami terima 117 juta diberikan secara dicicil 6, dan uang itu pun kini ludes untuk biaya keluarga dan juga modal usaha yang habis pula ditipu orang, jadi beginilah kondisi saya dan keluarga saat ini, kalau nggak kuat sabar mungkin saya sudah jadi orang gila seperti rekan kerja saya di IPTN dulu pak, padahal dia itu lulusan S2 dari jerman pak, kalau saya lagi berkunjung ke rumahnya saya ajak ngobrol sudah nggak nyambung lagi jawabannya, bahkan ketika dia dapat uang PHK, uangnya di hambur di jalanan, jadi bahan rebutan tukang becak, sampai sekarang kondisinya juga masih seperti itu, Dalam hatiku kembali mengucap syukur Yaa Allah aku bersyukur atas segala nikmat yang kau berikan padaku dan keluargaku, betapa berat beban hidup yang dijalani si Bapak supir taksi ini, sedangkan aku dan keluarga pernah mengalami hal yang serupa, yang cukup aku ingat dalam benakku sebagai pelajaran untuk masa yang akan datang, Ibuku pun segera menimpali pembicaraan sang supir taksi, yaah inilah hidup ya pak ngga bisa diduga duga, saya pernah mengalami juga hal yang serupa, ketika tahun 1996 dan 10 bank masuk dalam daftar likuidasi, suami saya sebagai manager cabang sebuah bank juga mengalami hal yang serupa, saat itu suami saya bahkan hanya dapat uang pesangon 10 juta rupiah, ketika bank tempat suami saya bekerja diumumkan masuk dalam 10 bank terlikuidasi di televisi, suami saya hanya tersenyum saja pak, sedangkan saya panik, kata ibu , bagaimana tidak panik pak ? anak saya 4 masih kecil kecil semua, kami terbiasa hidup serba berkecukupan, sedangkan suami tidak bekerja lagi, mobil satu persatu kami jual untuk biaya hidup, dan uang pesangon yang tesisa kami gunakan untuk membeli sebidang tanah di Ujungpandang, tanah itu sampai saat ini jadi tanah yang penuh kenangan, bayangkan saja pak, saat pengumuman di televisi itu saya sempat kesal pada suami, wong banknya di likuidasi kok malah tersenyum, suami saya menjawab, ngapain kok panik, kesel, marah marah seperti orang tidak beriman saja?, semua ini kan milik Allah, rizki ,harta benda dan nyawa kita juga milik Allah, kenapa marah? kenapa bingung? wong nyawa kita diambil Allah aja kita ngga mampu berbuat apa apa, ini kan hanya sebagian kecil nikmat saja yang diambil, bersyukur sajalah dan yang penting berdoa semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk tetap sabar dan menghantarkan anak anak sekolah hingga kuliah karena hanya ilmu dan amal yang bermanfaat yang tak ada habis habisnya, harta dan kekayaan dapat hilang hanya dalam sekejab saja, Jadi yang sabar ya pak yang ikhlas insyaAllah nanti akan ada jalan buat bapak dan keluarga, yakin lah pak Allah memberikan cobaan tidak akan melebihi batas kemampuan hambanya.
Seusai mendengan kalimat ibu tadi, aku teringat masa kecilku dahulu bersama kedua orangtuaku dan adik adik ku, aku ingat benar apa yang mereka perjuangkan dan lakukan agar aku dan adik adik tetap dapat bersekolah dan tetap dapat makan kenyang, sementara keduanya cukup dengan apa adanya, aku kembali bersyukur Yaa Allah engkau telah memberikan kenikmatan dan karunia yang luar biasa padaku dan keluargaku, engkau memberikan aku orangtua yang begitu dekat dengan engkau Yaa Allah, dan aku kembalil berpikir jauh; disaat aku malas mengerjakan sholat malam, malas berpuasa sunnah, malas mengaji dan kurang dekat denganMU, mungkin doa kedua orangtuaku yang menguatkanku untuk kembali mendekat padaMU, RidhoMU dan ridho kedua orangtuaku pula yang memudahkan aku dan adik adik bersekolah, kuliah dan mencari nafkah rizkiMu yang halal dan melimpah Ya Allah, engkau yang memuliakan kami, engkau yang menyelamatkan kami, engkau pulau yang Maha Mengatur dan Berkuasa atas segalanya.
Yaa Allah ampunkan segala dosa dan kesalahan kedua orangtuaku, yang telah berusaha membesarkan, mendidik dan mengarahkan kami menjadi hambamu yang bertakwa, aku melihat dan sungguh menyaksikan pengorbanan dan kepedihan kedua orangtuaku membesarkan kami anak anaknya amanahMU kepada mereka, lindungilah, bahagiakanlah dan muliakanlah mereka dunia dan akhirat, hapuskan air mata keduanya, sembuhkan luka luka keduanya tempatkan mereka di barisan orang orang yang engkau beri petunjuk, yaitu jalannya orang orang yang engkau lindungi dan muliakan, Yaa Allah jadikan aku dan adik adik ku menjadi anak yang berbakti pada kedua orangtua, menjadi hambaMU yang dekat denganMU, yang selalu merindukan menyebut namaMU, menjadi anak anak yang amanah, anak anak yang selalu bersyukur dan ingat kepadaMU, ijinkan kami membahagiakan dan memuliakan merekea sebelum kelak engkau memanggil keduanya kembali padaMU, ijinkanlah kami kelak menuntun keduanya menyebut AsmaMU di akhir hayat keduanya dan jadikanlah keturunan kami kelak menjadi hambaMU yang engkau beri petunjuk di jalan yang lurus menuju jalanMU hambaMU yang bersyukur atas segala nikmatMU dan sabar dalam menjalani cobaanMU, yang selalu dekat padaMU disaat suka dan duka.
Amin Yaa Allah Yaa Rabbal Alamin.
QS 55 : AR RAHMAAN (YANG MAHA PEMURAH) ; Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Salah satu kecenderungan (muyul) yang dimiliki oleh setiap manusia --apa pun suku bangsa, kedudukan, jabatan, maupun agamanya-- adalah keinginan kuat untuk memiliki dan menguasai materi dalam jumlah yang banyak. Bahkan, kebanyakan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang dikuasainya. Mereka ingin menambah dan menambah terus. Ini sama halnya dengan jabatan atau kekuasaan yang selalu ingin dipertahankan walaupun, misalnya, sudah tidak memiliki kemampuan melaksanakannya ataupun sudah terlalu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Jika seorang manusia sudah memiliki dua lembah yang penuh berisi dengan harta, maka pasti ia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak akan pernah manusia merasa kenyang hingga tanah sudah kena pada perutnya (sudah mati dan berada di alam kubur --pen).'' Hal ini sejalan pula dengan firman Allah SWT dalam surat At-Takatsur ayat 1-4, ''Bermegah-megahan (dengan harta) telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Dan jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui.''
Keinginan kuat terhadap materi ini akan menjadi penyebab utama rusaknya tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara lebih luas, seperti apa yang kita rasakan sekarang ini, jika tidak disertai dengan kekayaan batin. Kekayaan batin yang mampu mengendalikan dan mengisinya dengan sifat syukur dan qana'ah (rasa puas). Dalam pengertian, ridha terhadap ketentuan yang ditetapkan Allah kepadanya, yang menyebabkan terminimalisasinya sifat hasud dan dengki serta sifat rakus dan tamak.
Qana'ah yang merupakan sikap batin dan perilaku rohaniah adalah kekayaan yang tidak akan pernah habis, karena akan melahirkan sikap syukur terhadap segala nikmat Allah SWT yang diberikan kepadanya. Hal ini seperti digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih dalam kitab Al-Jami ash-Shaghir, ''Jadilah engkau orang yang memiliki sifat qana'ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah SWT.''
Bahkan, dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW menyatakan bahwa hakikat kekayaan itu bukanlah semata-mata banyak harta yang dikuasai, akan tetapi terletak pada kekayaan batin yang dimiliki. Orang yang memiliki kekayaan batin tidak akan pernah dikendalikan dan dikuasai oleh materi, jabatan, dan kedudukan, akan tetapi justru hal-hal tersebutlah yang dikendalikan dan dikuasainya.
Semuanya itu hanyalah merupakan alat untuk mengaktualisasikan fungsi kekhalifahannya yang memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat banyak. Alangkah indahnya kekayaan materi yang disertai dengan kekayaan batin dan merugilah orang yang kekayaan materinya tidak didukung oleh kekayaan batin, apalagi jika fakir kedua-duanya. Wallahu a'lam bis-shawab.
root@localkostan~# route add -net tulisan_ini/24 gw di_jakarta
Meskipun jalanan rame dan macet minta ampun kalo siang, tetep aja kerasa sepi buatku, meskipun kostan dingin sejuk ber AC dan punya temen kost yang ramah-ramah dan baik hati, ditemani laptop plus koneksi internet plus snack plus softdrink plus rokok, tetep aja aku gerah diem dikamar.
Mungkin karena aku ngga berada dekat dengan orang orang yang aku sayangi ; Ayah, Ibu, Adik2 & Chayankku
, sekelumit realitas yang aku jalani dengan lapang dada, sebagai bagian dari langkah optimis, untuk mencapai karir dan insyaAllah masa depan yang lebih baik (... kan baru pindah kantor).
Alhamdulillah di kantor baru semuanya lebih manusiawi, hak dan kewajiban berjalan seimbang, JAMSOSTEK, ASURANSI dan NPWP diurus oleh perusahaan dan langsung teng ... dapet di hari ke 3 kerja, soal fasilitas kerja ... hmmm sangat memadai, rekan kerja ramah dan kooperatif, bila ada kerjaan hingga over time bisa pilih di bayar atau ganti dengan hari libur atau potongan jam kerja
.
Ada banyak hal di dunia ini yang memang sangat rumit, kelihatan mustahil, dan susah dipecahkan, beberapa diantaranya dapat dipecahkan meskipun dengan cara yang tidak hanya memakan waktu, bahkan memakan biaya yang tidak sedikit. KISS atau Keep It Simple Stupid (yang kalo dibahasa indonesiakan dengan sangat kasar artinya “Simpanlah yang simpel, bodoh!”), merupakan suatu cara yang unik bahkan terlihat bodoh (tapi mengahasilkan sesuatu dengan cara singkat dan efektif) untuk memecahkan suatu masalah yang mungkin kelihatan sulit bagi beberapa orang.
Langsung aja kita lihat contoh dibawah ini :
1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar
di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong.Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke
bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun
yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada
satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam
keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan
masalah tersebut.Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin
sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua
orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut
dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan
lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan
pun tidak sedikit.Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil
dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang
hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia
membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki
tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia
menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang
melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun
yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat
dari bahan kertas yang ringan.2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu
dekade dan 12 juta dolar.
Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-
keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai
permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari
di bawah
titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan
pensil!.3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari
pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di
pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen
itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan
bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta
pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi,
semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan
biaya yang tidak sedikit.Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari
komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Pakar
tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan
lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari
pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.4.saya pernah ke toko bangunan beli semen putih buat tambal
dinding yang retak. Habis itu saya pusing cari “sendok2″ karet yang
biasa dipake untuk itu… Trus penjualnya bilang.. “pake saja sendal
jepit bekas, trus dipotong..”.
He’s damn right!!..5. Banyaklah contoh lain. Orang yang baru lulus kuliah, baru pertama
kali kerja mungkin masih terbawa dengan kebiasaan masa kuliah yang
serba teoritis. Analisa ini pake teori itu, dll.
Pernah juga suatu hari ada rekan yang kelihatan sibuk skali menurunkan
rumus apa gitu. Trus kita kasih saja Tabel Summary.. suruh cari
langsung di situ. Di kuliah mana pernah langsung pake tabel..
Source : Doli
Rekan rekan sekalian, maaf belum bisa sharing melalui blog ini mengingat saya baru saja pindah ke tempat kerja yang baru, sehingga banyak hal baru yang harus saya pelajari dan perhatikan, akhirnya waktu untuk update blog.


Jakarta Time


































