--- Redam ---
Tak ku miliki apapun,
Tidak ilmu yang kupelajari,
Bukan kekayaan yang tersimpan,
Apalagi paras yang rupawan.
Mereka bukan milikku,
Istri dan anak tercinta,
Tak pula butiran tanah ini,
Meski kelak terbaring dibawahnya,
Berjalan di kaki langit,
Menunduk meratap dalam dalam,
Terima kasih Tuhan,
Tuk semua nikmat dan perih,
Untuk semua,
Yang telah kau berikan,
Untuk semua,
Yang tak kau berikan.
Bukankah hidup lebih berarti
Setelah luka dan tertatih
Belajar dari ombak lautan
Menyapa pantai karang
Mereka yang datang
Pasti akan pergi
Begitu juga waktu
Yang tak kembali
Bukan hanya mereka
Yang melangkah beranjak pergi
Namun diri ini juga
Yang harus terus bergerak
Tak mungkin terdiam
Dan berpangku tangan
Harus melangkah lagi
Dan terus warnai hari
Tetap semangat
Seruan dari balik awan
Dari bintang merah disore hari
Pada matahari dipagi hari
--- Cacian ---
Aku baru saja bertanya
Pada otak dan tangan
Tentang kebenaran menurut mereka
Bukan sebuah penyangkalan
Aku baru saja mengerti
Tentang sudut pandang
Menurut otak dan tangan
Yang berbeda dengan kata hati
Tak selalu salah
Karena bereaksi dari aksi
Tak pula dibenarkan
Ada batas yang memisahkan
Salah dan benar
Dari sudut yang berbeda
Dari NYA adalah yang paling benar
Otak tangan dan hati
Memiliki kebenaran sendiri
Maka aku selalu kembali pada NYA
Memohon ampunan dan petunjuk
Tentang tangan hati dan otak
Tentang aku yang masih belajar
1 Comment »
The URI to TrackBack this entry is: http://spikecursed.blogsome.com/2009/05/13/words/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Jakarta Time



































woww..keren..caiyooo
Comment by .... — May 19, 2009 @ 3:14 pm