Kau punya uang
Kau punya kuasa
Kau punya orang orang bawahan
Kau punya barang barang mewah
Kau punya rumah yang megah
Kau punya bodyguard yang kekar
Kau punya harta yang melimpah
Apa yang tak kau punya ?
Yang tak kau temukan di hatimu
Yang tak kau dapatkan dari harta dan kuasa
Yang kau agungkan itu semu
Begitu pula harta dan kuasamu
Hanya soal waktu semua itu segera berlalu
Menjadi santapan belatung belatung berkalang tanah
Harta, kuasa, dan bodyguardmu tertinggal
Disamping lubang kuburmu ...
Lalu apa yang tersisa untukmu ?
Friend : Bro, my office currently using Linux pc router ( fedora 9 ), and also using an internet connection which is connected via wireless ISP xxxxx, well ... here is the problem
, i wanna block access to www.facebook.com from internal user, so they can't access fb in office hours, and only permit them to access fb outside office hours
. .
Friend: what i want is, if they access / browse fb they will be redirected to www.okezone.com for example, and that rule should applies only from 8 am to 4 pm.
Me: do you use NAT ?
Me: internal client use proxy to access/browsing the internet ?
Friend : yoi ... nat at the router, we don't use proxy because its add more delay and also not safe, im afraid of being open proxy, in fact of im too lazy to configure it
. .
Me: hmmm ... ok, im asking you this because if you are using a proxy you can also limit user access , using access-list filtering feature, which is based on keywords list in the SQUID.
Friend: ... oh , so i must set a proxy server yaaa?
Me : no its not a must, we could use another way to limit user access.
Me: you could try to use iptables, and add a simple script for time trigger 
Friend: so ... what i should do ?...
Me: if you just wanna block using iptables feature, you could try to use this :
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB1-SP8" -p tcp --dport 80 -d 66.220.144.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB2-SP8" -p tcp --dport 80 -d 69.63.176.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
66.220.144.0/20 and 69.63.176.0/20 are facebook.com ip range, which is obtained from facebook ip allocation, the most easily way to do this is using 'nslookup www.facebook.com'.
202.147.200.160 is web server ip address of www.okezone.com
*** Application on linux:
[rizky@localhost ~]# iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB1-SP8" -p tcp --dport 80 -d 66.220.144.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
[rizky@localhost ~]# iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB2-SP8" -p tcp --dport 80 -d 69.63.176.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
check counter at the filter, with the command : iptables-vnL PREROUTING-t nat
*** Application on linux:
[rizky@localhost ~]# iptables -vnL PREROUTING -t nat
Chain PREROUTING (policy ACCEPT 759K packets, 67M bytes) Chain PREROUTING (policy ACCEPT 759K packets, 67M bytes)
pkts bytes target prot opt in out source destination pkts bytes target prot opt in out source destination
62 3224 DNAT tcp -- * * 0.0.0.0/0 69.63.176.0/20 /* REDIRECT-FB2-SP8 */ tcp dpt:80 to:202.147.200.160
0 0 DNAT tcp -- * * 0.0.0.0/0 66.220.144.0/20 /* REDIRECT-FB1-SP8 */ tcp dpt:80 to:202.147.200.160
note counter pkts (packets) & bytes are growing when a users tries to access www.facebook.com
nah ... its for the timer, just create a simple script which is run by crontab, it's easy
. .
Friend: ooh ok ok, thanks bro ,let me try to implement this methode first.
Friend: ... bro ... bro ... could you please give me simple script example to put in crontab
. .
Me: ... 
Create a script file: vi /usr/local/sbin/tblock.sh
*** Script file contents below:
#!/bin/sh
#
#
# Waktu awal blocking :
TBLOCK_START=11
# Waktu akhir blocking :
TBLOCK_END=16
# IP destinasi yang di block
DST="66.220.144.0/20 69.63.176.0/20";
# IP pengalihan block
RDST="202.147.200.160";
#
#
set $(date +%H)
#
#
echo "Blocking time start at : $TBLOCK_START, Blocking time stop at : $TBLOCK_END"
#
if [ "$1" -ge "$TBLOCK_START" -a "$1" -lt "$TBLOCK_END" ]
then
for r in $DST ;
do
echo "Blocking $r"
iptables -D PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
done
exit
fi
if [ "$1" -ge "$TBLOCK_END" -o "$1" -lt "$TBLOCK_START" ]
then
for r in $DST ;
do
echo "Unblocking $r"
iptables -D PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
done
exit
fi
#
# simple script by spikecursed
#
then : chmod 755 /usr/local/sbin/tblock.sh
then put script on the crontab: crontab-e
paste the following line in crontab:
* 0-23/1 * * * /usr/local/sbin/tblock.sh * 0-23/1 * * * / usr / local / sbin / tblock.sh
please do not forget to set the parameters in script .... yaa.
Udah deh ... this script is just a simple script
further implementation depends on our creativity.
Sore itu aku menjumpai seorang sahabat lama ... Mardi ...aku telah mengenalnya, cukup lama dari semasa kecil hingga dewasa dan kini ia telah hidup berkeluarga, hari itu dia terlihat diam, lebih diam dari biasanya, tak seperti biasanya, sahabatku satu ini sangat suka bercanda, dan cukup ramah meskipun sedikit terkesan angkuh bila pertama kali mengenalnya, aku menjadi saksi akan masa masa mudanya, si kecil bertubuh atletis berjiwa keras, walaupun tubuhnya relatif kecil dia adalah sang juara diantara kami dalam urusan atletik, atau bahkan saat aktif dalam olahraga beladiri, mulai dari wushu sampai pencak silat, akupun pernah menyaksikan bagaimana ia seorang diri dengan tubuh kecil itu mampu membuat 3 orang lawan babak belur dalam perkelahian jalanan, saat kami dipalak dalam perjalanan pulang dari sekolah, dan kami pun terpana menikmati tontonan pertarungan itu.
Mardi ... kenakalannya bertambah hebat seusai SMA, namun tetap rajin bekerja untuk membayar kuliah ... hmm terkesan konyol ... tapi inilah yang ia jalani, ia pun mengenyam rasayanya berjalan dalam kerasnya dunia hitam, hingga suatu ketika kata kata ibundanya mengembalikannya dalam kesadaran akan arti hidup yang sebenarnya, Ayah dan Ibu Mardi berasal dari keluarga yang cukup dikenal oleh masyarakat sebagai keluarga terhormat dan disiplin dalam mengajarkan ilmu agama, mungkin hal ini yang membuat Mardi kembali ke jalan yang lurus, bekal ilmu agama yang ditanamkan sejak dini oleh keluarga pada akhirnya dapat menjadi pengingat bagi seseorang agar ia dapat meluruskan langkah kembali ke jalan NYA, meskipun telah jauh tersesat dalam gelapnya belantara nafsu yang hina.
Tak kusangka saat itu ... Mardi menyodorkan padaku sehelai kertas, aku tersenyum dan mulai membaca bait demi bait ungkapan kata hatinya, sambil sedikit bercanda aku lontarkan sindiran ... "preman kok nulis puisi ... he he he", isinya cukup untuk menggugah hatiku ;
Untuk anakku ...
Nak bila nanti engkau dewasa
Aku tak inginkan engkau menjadi seperti seseorang,
Aku inginkan engkau menjadi seorang hamba yang Rabb mu inginkan,
Aku tak inginkan engkau menjadi sekaya seseorang,
Aku inginkan engkau menjadi seorang hamba yang pemurah,
Aku tak inginkan engkau menjadi sekuat seseorang,
Aku inginkan engkau mampu menundukkan hawa nafsumu,
Aku tak inginkan engkau berkuasa seperti seseorang,
Aku inginkan engkau istiqomah dan ikhlas dalam ibadahmu,
Setiap detik waktu berlalu, pasti dan tak kembali,
Aku inginkan engkau tak seperti aku,
Aku inginkan engkau tak seperti ibu mu,
Aku inginkan engkau lebih baik dari kami,
Dalam kehidupan ini dan dalam kecintaanmu pada NYA,
Aku ingin engkau lebih dekat dengan Rabb mu sang pencipta semesta,
Nak ...
Bila kelak engkau rindu padaku,
Bacalah 'Ar-Rahman', sesungguhnya rahman dan rahim Rabb mu jauh lebih besar padamu,
Jaga Ibu mu, bahagiakanlah hatinya,
Karena doa-doanya jauh lebih berkilau dari permata dunia,
Anakku, Maafkan ayah ...
Yang mengganggu waktu tidur lelapmu untuk sholat subuh,
Yang mematikan TV, ketika tiba waktu mu untuk belajar,
Yang memukul tanganmu ketika mengambil buah mangga tetangga sebelah tanpa izin,
Yang menunda waktu makan malam mu ketika engkau menghafalkan juz amma,
Yang memaksamu berpuasa ramadhan dan senin-kamis,
Yang menghukummu lari keliling lapang, ketika engkau berkelahi dengan teman,
Yang kurang sering mengantarmu berangkat sekolah,
Yang sering tak dapat hadir untuk mengambil rapor mu,
Yang jarang mengatakan 'aku menyayangimu',
Bila kelak seseorang bercerita,
Tentang hitamnya langkah Ayahmu ini,
Semoga engkau dapat belajar pada kehidupan,
Dan aku berdoa sepenuh hati dan air mata ku,
Semoga Rabbmu menjauhkanmu dari menapaki salah langkah ku,
Maafkan ayahmu ...
Tak terasa mata ku berkaca kaca menahan tangis, sambil alih alih meregangkan badan aku bertanya alasan Mardi menulis itu semua, dengan ringan ia menjawab ... "karena aku mencintai anak anakku, dan mereka adalah amanah Allah untukku". Seraya bercanda aku berkata "yaa ... yaa, bilang aja kamu takut anak-anak mu jadi senakal kamu dulu", Mardi menjawab "itu bagian kecil dari tugasku mengemban amanah ini", "duh Mardi .. Mardi engkau sungguh jauh berbeda dari Mardi yang aku kenal dulu, nih puisinya, aku sudah baca ... bagus bagus bro ... ngga nyangka aku, kalau kamu ternyata puitis juga" timpalku sambil menyodorkan selembar kertas yang berisi puisi Mardi tadi, setelah bertanya tanya tentang beberapa urusan kerja aku pun segera pulang meninggalkan Mardi, kata-kata yang diucapkannya tentang "Amanah berupa anak-anak" masih terngiang-ngiang ditelingaku, sungguh Maha Besar dan Suci Allah yang menurunkan hidayah pada siapa siapa yang dikehendaki NYA.
Seminggu semenjak pertemuan itu tepatnya hari kamis subuh, handphone ku berdering, kusangka sekedar alarm biasa saja, ternyata nomor handphone Mardi tertera sebagai panggilan masuk, aku segera menghentikan dzikir seusai sholat subuh untuk menjawab panggilan, "Hallo assalamualaikum bro, tumben pagi pagi nelpon nih" kataku, aku menjadi salah tingkah ketika suara yang kudengar adalah suara istri Mardi, dan yang lebih menggetarkan hatiku adalah berita yang diucapkan istri Mardi, "Assalamualaikum Mas ... maaf mengganggu saya hanya mau menyampaikan berita , Mas Mardi suami saya meninggal dunia seusai sholat subuh tadi".
Aku dengan segera bergegas pergi melayat kerumah Mardi, setibanya di rumah Mardi, jenazah mardi diletakkan di ruang tengah, anak pertamanya duduk di samping jenazah sambil memeluk ibunya, lirih terdengar suaranya berkata pada sang ibu "Ibu ... aku sayang Ayah dan sayang Ibu juga".
Setelah install ESXi 3.5 di server HP, menghabiskan waktu dengan @bv (blog visit) ... nambah ilmu dan kawan
.
Di suatu pagi yang cerah, Yahoo! Messenger saya tiba tiba di 'buzz' oleh seorang teman, kemudian dia mengajukan pertanyaan berikut ;
Friend : kang, kantor saya pakai pc router linux os nya fedora 9, koneksi internet pakai ISP XXXXX via wireless, nah ... problemnya nih
, saya mau block akses ke www.facebook.com dari user internal, jadi biar mereka ngga bisa fb-an di jam kerja, kalau di luar jam kerja sih biarin aja
.
Friend : saya pengennya kalau mereka browsing ke fb di arahkan ke www.okezone.com misalnya, nah rule itu diterapkan dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore aja, gitu kang, bisa ngga ?
Me : client internal di NAT ngga boss ?
Me : client internal pakai proxy ngga buat browsing ke internet ?
Friend : yoi ... di nat di router, disini ngga pakai proxy abis nambah delay trus ngga safe juga, takut jadi open proxy, soalnya aku males juga setting proxynya
.
Me : hmmm ... ok, soalnya kalau pakai proxy bisa juga filtering access-list berdasarkan keyword di SQUID nya.
Friend : ...oh gitu ya, jadi musti setting proxy yaaa ?
Me : ngga juga sih, bisa dengan cara lain
Me : bisa coba pakai iptables kok, tambahin script dikit buat timernya 
Friend : gimana dong kang ...
Me : kalau buat blocking via iptablesnya, bisa coba pakai ini
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB1-SP8" -p tcp --dport 80 -d 66.220.144.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB2-SP8" -p tcp --dport 80 -d 69.63.176.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
66.220.144.0/20 dan 69.63.176.0/20 range ip facebook.com yang didapat dari check alokasi ip facebook, paling gampang check dari 'nslookup www.facebook.com' trus tambahin range network nya.
202.147.200.160 ip www.okezone.com
*** penerapan di linux :
[rizky@localhost ~]# iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB1-SP8" -p tcp --dport 80 -d 66.220.144.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
[rizky@localhost ~]# iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB2-SP8" -p tcp --dport 80 -d 69.63.176.0/20 -j DNAT --to 202.147.200.160
check counter di filternya, dengan command : iptables -vnL PREROUTING -t nat
*** penerapan di linux :
[rizky@localhost ~]# iptables -vnL PREROUTING -t nat
Chain PREROUTING (policy ACCEPT 759K packets, 67M bytes)
pkts bytes target prot opt in out source destination
62 3224 DNAT tcp -- * * 0.0.0.0/0 69.63.176.0/20 /* REDIRECT-FB2-SP8 */ tcp dpt:80 to:202.147.200.160
0 0 DNAT tcp -- * * 0.0.0.0/0 66.220.144.0/20 /* REDIRECT-FB1-SP8 */ tcp dpt:80 to:202.147.200.160
perhatikan counter pkts (packets) & bytes yang terus bertambah bila ada user yang mencoba akses ke www.facebook.com
nah untuk timer nya, tinggal bikin script aja yang dijalankan oleh crontab, gampang kan
.
Friend : ooh ok ok, thanks kang di coba dulu implementasi nya.
Friend : ... kang ... sekaliang dong script untuk timer di crontabnya
.
Me : ... 
Bikin file script : vi /usr/local/sbin/tblock.sh
*** isi file dengan scriptnya dibawah ini :
#!/bin/sh
#
#
# Waktu awal blocking :
TBLOCK_START=11
# Waktu akhir blocking :
TBLOCK_END=16
# IP destinasi yang di block
DST="66.220.144.0/20 69.63.176.0/20";
# IP pengalihan block
RDST="202.147.200.160";
#
#
set $(date +%H)
#
#
echo "Blocking time start at : $TBLOCK_START, Blocking time stop at : $TBLOCK_END"
#
if [ "$1" -ge "$TBLOCK_START" -a "$1" -lt "$TBLOCK_END" ]
then
for r in $DST ;
do
echo "Blocking $r"
iptables -D PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
iptables -I PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
done
exit
fi
if [ "$1" -ge "$TBLOCK_END" -o "$1" -lt "$TBLOCK_START" ]
then
for r in $DST ;
do
echo "Unblocking $r"
iptables -D PREROUTING -t nat -m comment --comment "REDIRECT-FB-SP8" -p tcp --dport 80 -d $r -j DNAT --to $RDST 2>/dev/null
done
exit
fi
#
# simple script by spikecursed
#
trus : chmod 755 /usr/local/sbin/tblock.sh
trus masukin di crontab : crontab -e
pastekan line berikut pada crontab :
* 0-23/1 * * * /usr/local/sbin/tblock.sh
Trus jangan lupa atur parameter pada scriptnya yaa.
Udah deh ... kan bilangnya cuma simple script
yang lain tergantung kreativitas masing masing deh.


Jakarta Time


































